Gus Anam juga menyampaikan harapan agar peringatan HSN tahun ini menjadi titik balik dari berbagai peristiwa yang sempat memprihatinkan dunia pesantren, seperti insiden ambruknya bangunan pesantren di Sidoarjo dan penyiaran dakwah yang sempat menuai kontroversi.
“Semoga HSN ini menjadi penutup dari hal-hal yang kurang baik sebelumnya. Saatnya kita perkuat persatuan dan tinggalkan hal-hal yang tidak membangun,” imbuhnya.
Pondok Pesantren Al-Hidayah menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kewirausahaan, dan nasionalisme yang tinggi. [Don]








