BOJONEGORO | DN – Pemasangan portal pembatas kendaraan di jalur perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, mulai menunjukkan dampak positif yang signifikan. Hingga Sabtu (4/7/2026), kebijakan ini terbukti efektif mengurangi intensitas truk bermuatan berlebih (overload) yang selama ini memicu kemacetan dan kerawanan kecelakaan.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengungkapkan bahwa inisiatif pemasangan portal oleh Dinas Perhubungan merupakan langkah responsif atas aspirasi masyarakat setempat. Selama bertahun-tahun, warga mengeluhkan mobilitas kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut, yang kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas dan mengancam keselamatan pengendara lain.
“Portal ini adalah solusi atas keluhan masyarakat. Sebelumnya, kendaraan overload sering menjadi biang kemacetan dan pemicu kecelakaan. Kini, setelah portal terpasang, mobilitas masyarakat jauh lebih lancar, aman, dan nyaman,” ujar Kusnadi saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Camat Kedungadem, Syahlan, menegaskan bahwa dukungan masyarakat setempat terhadap keberadaan portal sangat kuat. Ia menampik adanya penolakan masif, seraya menjelaskan bahwa aspirasi keberatan justru lebih banyak muncul dari pihak di luar wilayah Kecamatan Kedungadem.
“Mayoritas warga Kedungadem mendukung kebijakan ini karena mereka merasakan manfaat langsungnya. Ketertiban lalu lintas di wilayah kami kini jauh lebih terjaga,” tegas Syahlan.
Di sisi lain, Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiwanto, memberikan catatan penting terkait aspek keselamatan infrastruktur tersebut. Ia menyarankan agar otoritas terkait segera melengkapi area portal dengan fasilitas pendukung guna meminimalisir risiko bagi pengguna jalan.
“Kami mengusulkan penambahan lampu penerangan yang memadai serta rambu peringatan setidaknya 100 meter sebelum lokasi portal. Hal ini penting agar pengendara dapat melakukan antisipasi dan mengurangi kecepatan sejak jauh hari, terutama pada malam hari,” jelas AKP Mat Suiwanto.
Lebih lanjut, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga dinilai menjadi langkah krusial dalam menjaga ketahanan infrastruktur jalan agar tidak cepat rusak akibat beban kendaraan yang melampaui kapasitas maksimal. Masyarakat berharap portal ini tetap dipertahankan demi keberlangsungan keamanan dan kenyamanan akses transportasi di wilayah perbatasan tersebut. [J2]








