Dalam sambutannya, Sujono menegaskan bahwa reses bukan sekadar kewajiban formal anggota dewan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
“Reses adalah wadah silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi. Saya berterima kasih atas partisipasi warga yang hadir,” ujar Sujono.
Sukur Priyanto, Ketua DPC Demokrat Bojonegoro, turut memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menilai kegiatan semacam ini perlu lebih sering dilakukan agar kedekatan antara wakil rakyat dan konstituen tetap terjaga.
“Saya bangga melihat antusiasme warga. Kalau bisa, kegiatan seperti ini digelar lebih rutin, bahkan seminggu sekali,” ungkapnya.
Selain itu, Sukur menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur di Bojonegoro, khususnya proyek perbaikan jalan dan trotoar yang kerap mengganggu saluran PDAM. Ia menekankan agar kontraktor lebih memperhatikan dampak pekerjaan terhadap kebutuhan dasar warga.
“Di Jalan WR Supratman, warga sempat tidak bisa mandi selama seminggu karena saluran PDAM terganggu. Hal seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penataan kabel dan utilitas kota masih perlu diperbaiki demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman.








