Puluhan Warga Palestina Tewas Ketika Menunggu Bantuan di Gaza

  • Whatsapp
Seorang penduduk Palestina memegang bahan makanan mentah di tempat serangan Israel di gudang bantuan, yang terletak di kamp pengungsian Al-Nuseirat di Tengah Jalur Gaza, 14 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Ahmed Zakot)

Israel memulai kampanye militernya untuk mengenyahkan Hamas setelah para anggota kelompok tersebut menyeberang ke Israel Selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

Hari Rabu lalu, Blinken menegaskan kembali bahwa Israel harus memprioritaskan keselamatan warga sipil di Gaza. Melalui konferensi video, ia juga bertemu dengan para menteri dari Siprus, Inggris, Uni Emirat Arab, Qatar, Uni Eropa dan PBB untuk membahas koridor maritim baru untuk bantuan ke Gaza.

Militer AS telah mengirim sebuah kapal ke Laut Tengah untuk membangun dermaga sementara di pesisir Gaza untuk membuka jalur bagi lebih banyak bantuan. Militer mengatakan mungkin perlu waktu dua bulan untuk menyelesaikan dermaga tersebut.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Juga Kamis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Washington harus memberi tekanan lebih besar terhadap pemerintah Israel untuk memfasilitasi bantuan ke Gaza.

“Kami tentu berharap pemerintah AS terus memberi tekanan, memberi lebih banyak tekanan terhadap Israel untuk membuka perbatasan dan untuk tidak [menghambat] akses kemanusiaan,” kata Borrell kepada wartawan dalam kunjungannya ke Washington.

“Dan fakta yang diakui semua orang adalah ada hambatan nyata terhadap akses kemanusiaan oleh pihak yang mengontrol perbatasan [Gaza], yaitu pemerintah Israel,” lanjutnya. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *