Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyebut bahwa dana bantuan yang terkumpul telah membantu 2.640 balita stunting dan berisiko stunting, mencakup 96,58 persen dari total keseluruhan 2.557 balita yang membutuhkan dukungan.
Berkat pelaksanaan program ini, angka prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan menunjukkan penurunan drastis. Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survey Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting turun dari 27,50 persen pada tahun 2022 menjadi 9,40 persen pada tahun 2023, dan lebih jauh lagi ke 6,9 persen di tahun 2024.








