Presiden Senegal Bassirou Dioumaye Faye untuk pertama kalinya menetapkan waktu untuk penutupan pangkalan militer asing.
DN – Presiden Senegal Bassirou Dioumaye Faye mengatakan bahwa pada 2025 akan menjadi titik akhir bagi semua kehadiran militer asing di negara Afrika barat itu. Pesan tersebut dia sampaikan dalam pidato pada Selasa untuk menandai tahun baru.
Pernyataan Faye muncul sebulan, setelah dia mengumumkan bahwa Prancis yang merupakan bekas penjajah negara itu, harus menutup pangkalan militernya di Senegal.








