Para pilot dipuji di Azerbaijan karena berhasil melakukan pendaratan darurat yang menyelamatkan 29 nyawa, meski mengorbankan nyawa mereka sendiri.
Pesawat penumpang Embraer (EMBR3.SA) itu berangkat dari Baku, ibu kota Azerbaijan, menuju Grozny di wilayah Chechnya, Rusia selatan, sebelum berbelok ratusan kilometer melintasi Laut Kaspia.
Dalam kondisi badan pesawat berlubang, sejumlah awak terluka, penumpang berdoa untuk keselamatan mereka di dalam kabin tanpa tekanan udara, dan pesawat kehilangan kendali, para pilot menerbangkannya melintasi Laut Kaspia, hingga akhirnya jatuh saat melakukan pendaratan darurat.
“Lewat keberanian dan profesionalisme para pilot, pendaratan darurat dapat dilakukan dengan sukses,” menurut pernyataan kantor kepresidenan Azerbaijan.
Alley of Honour adalah tempat pemakaman modern paling sakral di Azerbaijan, di mana tokoh-tokoh terkenal seperti politisi, penyair, dan ilmuwan dimakamkan, termasuk Heydar Aliyev, ayah dari presiden Azerbaijan saat ini.
Anastasia Kshnyakina, putri Kapten Kshnyakin, mengatakan ayahnya adalah seorang pilot berdedikasi yang sangat serius menjalankan tanggung jawabnya terhadap para penumpang.
“Ayah saya selalu mengatakan, ‘Ketika saya lepas landas, saya bertanggung jawab bukan hanya atas hidup saya sendiri, tetapi juga atas nyawa semua penumpang dan awak pesawat,’” ungkap Kshnyakina.
“Lewat penerbangan terakhirnya, ia membuktikan seperti apa pahlawan sejati itu,” tambahnya. [Red]#VOA








