SURABAYA | DN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru prakiraan cuaca Jawa Timur hari ini, Senin (6/7/2026). Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya fenomena udara kabur yang menyelimuti sejumlah wilayah strategis, mulai dari kawasan Mataraman hingga Tapal Kuda.
Secara umum, kondisi atmosfer Jawa Timur hari ini terbagi dalam dua karakter dominan: cerah di kawasan pesisir utara dan Madura, serta udara kabur di wilayah dataran tinggi dan pedalaman.
Kontras Suhu dan Kelembapan Data BMKG menunjukkan rentang suhu yang cukup tajam hari ini, yakni antara 12 hingga 34 derajat Celsius. Kota Batu kembali menjadi wilayah dengan suhu terdingin (12°C), sementara Nganjuk diprediksi mencapai puncak panas tertinggi hingga 34°C pada siang hari.
Fenomena udara kabur yang terjadi di wilayah seperti Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, dan Malang dipicu oleh kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni mencapai 99 persen. Kondisi ini secara teknis dapat memengaruhi jarak pandang pengemudi di jalur-jalur pegunungan.
Pentingnya Informasi Akurat dan Aspek Hukum Dalam menyikapi kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Mengingat krusialnya informasi kebencanaan dan cuaca, penyebaran informasi palsu (hoaks) terkait cuaca dapat berimplikasi pada hukum.
Pemerintah telah menegaskan aturan melalui UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 28 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dapat diancam pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau kanal resmi BMKG. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan prakiraan cuaca ekstrem yang bisa memicu kepanikan,” ungkap praktisi mitigasi bencana.
BMKG memastikan akan terus melakukan pembaruan data secara berkala. Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas kabupaten, disarankan untuk selalu mengecek kondisi terkini di wilayah tujuan guna menghindari potensi hambatan akibat jarak pandang yang berkurang. [Red]








