Genjot ZIS Rp2,2 Triliun, Sidoarjo Perkuat Sinergi Pemkab dan Baznas Lewat UPZ Desa

  • Whatsapp

SIDOARJO | DN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah agresif untuk memaksimalkan pengumpulan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Melalui Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (9/9/2026), pemkab mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh 346 desa dan kelurahan.

Langkah strategis ini digencarkan guna menyasar potensi ZIS di wilayah Sidoarjo yang berdasarkan riset BAZNAS RI ditaksir mencapai Rp2,2 triliun per tahun. Selama ini, angka penghimpunan dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas jika dibandingkan dengan kapasitas ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman, menegaskan bahwa optimalisasi pengumpulan dana umat ini mutlak memerlukan kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan data kinerja periode Januari hingga Juli 2026, total pengumpulan bersih ZIS di Sidoarjo tercatat mencapai Rp8,556 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp8,111 miliar telah disalurkan kepada mustahik melalui pilar-pilar program utama. Rinciannya meliputi sektor Sidoarjo Cerdas senilai Rp1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa sebesar Rp926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp461,45 juta, serta Sidoarjo Makmur sebesar Rp172,3 juta. Capaian penyaluran ini mencatatkan rasio efisiensi 94,8 persen yang dikategorikan sebagai “sangat tinggi” oleh BAZNAS RI.

Kendati tata kelola keuangan dinilai transparan dan akuntabel, Ainur menekankan pentingnya perluasan jangkauan struktur pengumpulan. Kehadiran UPZ desa diyakini menjadi kunci utama dalam menjembatani kesenjangan antara potensi riil dan realisasi di lapangan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, menyatakan bahwa penguatan basis akar rumput ini akan memastikan dana umat kembali secara tepat sasaran ke masyarakat lokal. Program prioritas seperti bedah rumah, subsidi pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga permodalan usaha mikro kecil menengah (UMKM) akan lebih cepat diakses oleh warga yang membutuhkan di sekitar mereka. [SWD]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *