Menurut keterangan saksi di lokasi, awalnya kelompok pemuda dari arah timur datang ke angkringan di sekitar Monumen Soeryo dengan sekitar 10 unit sepeda motor. Tidak lama kemudian, kelompok pemuda dari arah barat datang dengan sekitar 30 sepeda motor, membawa sarung yang diikat ujungnya, dan langsung menyerang kelompok yang datang lebih dahulu.
Peristiwa ini berlangsung sekitar tiga menit sebelum akhirnya dibubarkan oleh warga yang berada di angkringan.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa perang sarung ini berawal dari ajakan seorang berinisial A ke S, pada Rabu, 5 Maret 2025 melalui aplikasi WhatsApp, untuk membuat konten perang sarung.
Meski perang sarung ini dilakukan dengan maksud untuk hiburan selama bulan Ramadan, Polsek Kedunggalar tetap menindak tegas kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.








