Ia juga meminta warga jika terjadi hujan lebat, agar warga yang berada di bibir Sungai itu segera mengungsi.
“Kalau terjadi hujan atau cuaca ekstreme agar menyelamatkan diri ke posko yang sudah disediakan oleh BPBD ini,”pungkas Kapolres Mojokerto.
Adapun kondisi 8 rumah warga Dusun Ketangi terdampak tanah longsor sangat mengkhawatirkan adalah rumah Iswati (47) rusak bagian dapur dan kamar mandi, rumah Winarto (42) rusak pada bagian kandang kambing.
Rumah Mat Slimin (55) rusak di bagian dapur, rumah Sebo (70) rusak di bagian dapur, rumah Sumito (65) rusak bagian dapur, rumah Sutami (55) rusak di bagian dapur, rumah Kasian (70) rusak pada bagian dapur dan kamar mandi, sedangkan rumah Suwadi (70) bagian dindingnya retak-retak.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim membenarkan 8 keluarga terdiri dari 23 jiwa terdampak tanah longsor di Dusun Ketangi.
Pihaknya juga meminta semua korban mengungsi ke rumah Ramiah, Balai Dusun Ketangi atau tenda pengungsian yang sudah disediakan.
“Saat ini kami harap yang terdampak untuk pindah untuk memcegah longsor susulan. Bisa menempati rumah yang disediakan, tenda atau balai dusun. Juga kami sediakan logistik, seperti sembako,” cetusnya. [Red/Yud]








