Pengeboran air di 2 desa tersebut, lanjut AKBP Ihram, melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan ahli.
Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 50 meter. Hasilnya, saat ini kedua sumur bor mengeluarkan air bersih yang layak untuk mengairi persawahan di sekitarnya.
“Hasil screening teman-teman pertanian yang kami datangkan dan ahli yang menggali, sumur bor bisa mengairi 10-15 hektare sawah.
Irigasinya akan dibagi supaya adil dan merata bagi para petani dan harus selalu gratis,” tegasnya.
Teknisnya, air dari sumur bor lebih dulu dipompa ke bak penampungan. Selanjutnya, air didistribusikan ke sawah para petani melalui saluran irigasi yang sudah ada. Saat ini, mayoritas lahan pertanian ditanami jagung dan padi.








