Sementara itu, telepon genggam hasil curian telah dijual secara daring dengan nilai sekitar Rp1,5 juta.
Uang hasil penjualan tersebut, menurut pengakuan tersangka, digunakan untuk membeli sebuah laptop seharga Rp.800 ribu.
AKP Ari menjelaskan, tersangka merupakan spesialis pembobol kafe yang memiliki pola operasi sama di setiap lokasi.
“Sebelum beraksi, tersangka terlebih dahulu mengamati kondisi sasaran selama kurang lebih tiga hari. Setelah merasa aman, baru pada hari berikutnya dia menjalankan aksinya,”terang AKP Ari.
Modus tersebut juga dilakukan saat membobol Cafe Nongki, sebelum akhirnya beraksi pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.








