“Harapan kami petani mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan. Selain itu kita bisa mendukung serta meningkatkan kualitas dan kuantitas jagung sehingga pemerintah akan lebih berdikari tidak ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan sektor pertanian dan mempengaruhi harga kebutuhan pokok yang lain,” ucap Kapolres Kediri.
Selain itu, targetnya, produksi jagung dapat meningkat dari rata-rata 4-6 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare dengan penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat, serta pengendalian hama yang lebih baik.
“Ini adalah kegiatan bentuk nyata Polri dalam mendukung Program Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” tutur AKBP Bimo.
Menurut AKBP Bimo, kestabilan harga jagung memiliki dampak besar terhadap harga telur sebagai salah satu sumber protein utama masyarakat.








