Ketiga spesialis maling motor ini diketahui telah beraksi di perkantoran, perumahan, kos mahasiswa hingga sebuah gerai ice cream di kota Bangkalan.
Namun, dari beberapa pencurian yang dilakukan ada sejumlah lokasi yang gagal dilakukan pencurian karena pagar yang dikunci ganda.
AKBP Febri menambahkan jika ketiga komplotan ini diundang ke daerah Bangkalan untuk melakukan curanmor.
Para tersangka beralasan bahwa Bangkalan adalah tempat yang dianggap paling mudah dan gampang untuk melakukan aksi pencurian.
“Alasannya karena di Bangkalan ini kendaraan motor mudah untuk dicuri. Dan rata-rata pelaku ini melakukan aksinya 4 – 5 orang dan berbeda-beda peran,” jelas Kapolres Bangkalan.
Hingga kini Polres Bangkalan masih memburu 4 DPO yang sengaja mengundang ketiga spesialis pelaku curanmor tersebut.
Keempat DPO ini diduga menjadi otak dibalik maraknya kasus maling motor yang ada di Bangkalan.
AKBP Febri juga menambahkan jika hasil penjualan motor yang dicuri oleh ketiga spesialis tersebut dibuat kebutuhan hidup sehari-hari.








