Perencanaan pembangunannya sudah dilakukan. Dalam waktu dekat ini juga akan diputuskan sistem pengerjaan pembangunannya. Apakah sistem lelang ataukan lewat e-katalog. Ia berharap yang tercepat yang dapat dipilih.
“Ini mestinya dibangun tahun 2025, namun melihat kondisinya seperti ini, pergeseran anggaran kita lakukan untuk membangun jembatan ini,” ucapnya.
Subandi mengatakan jembatan permanen Kedungpeluk menggunakan double u-dict. Kekuatannya bisa mencapai 30 ton. Volume panjangnya pun juga bertambah. Jika dulu sekitar 5 meter, namun jembatan permanen Kedungpeluk yang baru nanti 7 meter.
Pengerjaannya pun cukup cepat. Butuh dua bulan saja jembatan permanen Kedungpeluk selesai dibangun dan bisa dilewati kendaraan. [DiFoSda/SWD]








