Darmawan juga menjelaskan bahwa PLN telah mengantisipasi cuaca ekstrem dengan melakukan digitalisasi terhadap pembangkit listrik dan sistem transmisi serta distribusi yang cerdas (smart transmission dan smart distribution). “Dengan digitalisasi ini, kami bisa merespons gangguan lebih cepat dan efisien,” tambahnya.
Untuk momen Nataru kali ini, PLN memproyeksikan beban puncak mencapai 39 gigawatt (GW) dengan daya mampu pasok sebesar 53 GW, memastikan adanya cadangan daya yang cukup untuk mendukung aktivitas masyarakat selama perayaan. “Kami memastikan energi primer untuk pembangkit dalam kondisi sangat aman, baik batu bara, gas, maupun diesel,” ujar Darmawan.
PLN juga meningkatkan kesiapan infrastruktur untuk kendaraan listrik dengan menyiapkan 2.490 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia, termasuk 500 SPKLU di jalur trans Jawa dan trans Sumatera. “Jumlah SPKLU yang tersedia telah meningkat 8 kali lipat dari periode Nataru sebelumnya,” jelas Darmawan.








