Sementara itu, pemateri lain, Arif dari media Destara, mengungkapkan bahwa jurnalistik adalah sebuah karya dari seorang yang berprofesi sebagai wartawan.
“Jurnalistik bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan sebuah karya seni yang memerlukan keahlian dan ketekunan,” ujar Arif.
Ia menambahkan bahwa wartawan harus memiliki kemampuan menulis yang baik, analisis yang tajam, serta integritas yang tinggi untuk menciptakan karya jurnalistik yang berkualitas. Arif juga menekankan pentingnya etika dalam praktik jurnalistik agar informasi yang disampaikan dapat dipercaya oleh publik.
“Pemahaman akan jurnalistik sebagai sebuah karya seni dapat mendorong perkembangan media yang lebih berkualitas di masa depan,” tambahnya.
Disisi lain, pemateri berikutnya, Dwi, dari media Jatimexpos, membahas perbedaan antara tulisan yang dipublikasikan di media sosial dengan yang di media massa online dan cetak, ia memberi penekanan pada pentingnya keseimbangan informasi dan berita.
“Berita di Sosial Media cenderung belum terverifikasi dan bisa cepat tersebar tanpa validasi, berpotensi menyebabkan hoaks. Sementara berita di Media Massa Online atau Cetak telah melalui proses editorial lebih ketat dengan standar jurnalisme yang tinggi, memberikan keakuratan dan kepercayaan yang lebih tinggi kepada pembaca,” ucap Dwi yang juga menjabat sebagai sekertaris 2 di PJI Kediri Raya.
Ditambahkannya, Poin tersebut bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi yang lebih terpercaya dan terjamin kebenarannya.








