Setiawan Aswad juga menekankan bahwa Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober adalah momentum untuk mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah,” tambahnya.
Ia berharap para ustad dan santri-santriwati terus berupaya menyiapkan diri dan tetap mengambil peran dalam menghidupkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai “resolusi jihad” menuju Indonesia emas 2045.








