Selain itu, garam-garam yang disimpan di gudang tetap terjaga kualitasnya, sehingga stabilitas harga garam senantiasa terjaga.
“Garam rakyat yang disimpan di gudang ini bisa terus terserap dengan baik. Kualitas garam juga tetap terjaga, dan dampak terbesarnya adalah memberikan kesejahteraan bagi para petambak garam,” harapnya.
Saat ditanya perihal prospek pasar garam rakyat, Andriyanto menegaskan peluangnya sangat besar. Terlebih di sekitaran Raci terdapat Kawasan Industri PIER (Pasuruan Industrial Real Estate) yang memiliki luas lahan 560 hektar dan 60% diantaranya membutuhkan garam dengan kualitas baik seperti yang dihasilkan melalui washing plant.
Dari fakta tersebut, garam-garam yang diproduksi di washing plant bisa dijual dengan harga antara Rp 1500-Rp 2000 per kilogramnya, bahkan lebih.








