“Kegunaannya seperti bulog. Kalau bulog untuk menyimpan beras, nah kalau gudang garam rakyat ini ya khusus menyimpan garam hasil olahan washing plant,” katanya.
Sebelum diresmikan, gudang garam rakyat di Desa Raci sudah dipergunakan mulai minggu kemarin. Kata Alfi, kapasitasnya bisa menampung hingga 70 ton garam dalam kemasan karung, untuk selanjutnya dikirim ke industri alias perusahaan yang sudah bekerja sama.
“Maksimal 70 ton garam bisa disimpan di gudang garam rakyat ini. Dimasukkan ke dalam karung-karung besar yang nanti siap kirim ke perusahaan yang telah bekerja sama,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Andriyanto berharap dengan beroperasinya gudang garam rakyat di Desa Raci, maka setidaknya dapat memberikan manfaat bagi petambak garam.








