Sebelumnya, Sabtu, (16/11/2024). untuk periode survei yang sama 7-12 November lalu, SMRC ( Saiful Mujani Research and Consulting) merilis hasil survei terkait pilkada yang sama Hasilnya, elektabilitas Andika-Hendi unggul tipis sebesar 50,4 persen dibanding Luthfi-Yasin 47 persen. Sekitar 2,6 persen tidak memberikan jawaban dalam survei tersebut.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan, selisih tipis ini tidak bisa menentukan siapa yang unggul.
“Perbedaan elektabilitas Andika-Hendi dan Luthfi-Taj Yasin 3.4 persen. Angka selisih ini tidak signifikan secara statistik karena kurang dari 2 kali margin of error. Margin of error survei ini 2,9 persen. Membutuhkan selisih lebih dari 5.8% untuk menyatakan perbedaan dukungan kedua pasangan signifikan. Karena itu, dukungan kepada kedua pasangan dapat dikatakan seimbang untuk sementara ini,” jelas Deni.
Sampel populasi di survei SMRC ini lebih kecil, sekitar 1.210 responden.Kedua lembaga survei menggunakan metodologi yang sama, yakni multistage random sampling, di 35 kabupaten atau kota di Jawa tengah.
Deni dari SMRC menyebutkan hingga saat ini masih ada 30-40 persen pemilih yang belum memantapkan pilihan mereka di Pilgub Jawa Tengah. “Kisaran 29- 35 persen kekosongan pilihan masing-masing pasangan calon. Ruang untuk perubahan elektabiliitas masih terbuka lebar. Kerja sosialisasi pada pemilih masih menentukan”, jelas Deni.Sementara itu, Burhanuddin dari Indikator Politik, berdasarkan hasil survei lembaganya, jumlah pemilih ragu tergolong cukup signifikan.









