Petani Babat Lamongan Alami Kerugian Besar Akibat Banjir Bengawan Solo

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Banjir akibat luapan Bengawan Solo telah menyisakan duka bagi para petani di Kecamatan Babat, Lamongan. Meski air mulai surut, dampak buruk yang ditinggalkan masih dirasakan oleh masyarakat setempat. Petani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat gagal panen.

Sebanyak 74 hektare lahan pertanian di Kecamatan Babat terdampak banjir. Tanaman padi dan jagung yang baru berusia antara 7 hingga 15 hari terendam air selama berhari-hari, menyebabkan tanaman mati sebelum sempat tumbuh optimal. Banjir yang melanda kawasan tersebut tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghancurkan harapan petani akan hasil panen yang baik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut Camat Babat, Johny Indrianto Firmansyah, banjir ini menggenangi ratusan rumah serta sejumlah lahan pertanian di Desa Truni, Desa Trepan, dan Desa Bedahan. Tanaman padi yang menjadi andalan para petani tak mampu bertahan dalam genangan air, sehingga kerugian pun tidak bisa dihindari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *