Pemerintah Taliban yang berkuasa di Afghanistan mengukuhkan hal tersebut dalam pernyataan bahwa pesawat-pesawat Pakistan telah mengebom beberapa lokasi di provinsi Paktika dan Khost, Afghanistan Tenggara. Namun, Taliban mengklaim bahwa serangan itu menewaskan delapan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
“Emirat Islam Afghanistan mengutuk keras serangan-serangan ini dan menyebut tindakan ceroboh ini sebagai pelanggaran atas teritori Afghanistan,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid. Ia menggunakan nama resmi pemerintahannya, yang belum diakui internasional.
Mujahid kembali membantah bahwa Taliban mengizinkan wilayah Afghanistan untuk digunakan kelompok-kelompok militan dalam melawan Pakistan atau negara-negara lainnya.
“Pakistan tidak seharusnya menyalahkan Afghanistan atas kurangnya kontrol, ketidakmampuan, dan berbagai masalah di wilayahnya sendiri. Insiden semacam itu dapat menimbulkan konsekuensi yang buruk, yang berada di luar kendali Pakistan,” kata juru bicara itu memperingatkan tanpa merincinya.








