Pertamina Patra Niaga Uji Respon Cepat dan Keamanan Pasokan Energi di Tarakan

  • Whatsapp

TARAKAN | DN – Memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem penanganan krisis, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menggelar simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level 1 secara terpadu pada Rabu (05/08). Latihan darurat ini dipusatkan di Fuel Terminal (FT) Tarakan dan terhubung secara real-time dengan Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Regional Kalimantan di Balikpapan.

Kegiatan ini dirancang untuk menguji kecepatan respons pertolongan, keandalan fasilitas mitigasi, serta koordinasi teknis bersama instansi pemerintah dan masyarakat sekitar. Skenario dimulai saat penerimaan BBM jenis Pertalite dari kapal menuju tangki T-06 yang berlangsung bersamaan dengan perbaikan tangki T-05. Situasi berubah kritis saat terjadi kebocoran yang memicu pelepasan uap (vapour release), percikan api (flash), dan tumpahan BBM di area tangki.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Merespons potensi bahaya, Emergency Response Team (ERT) FT Tarakan bergerak menghentikan seluruh operasional, mengisolasi area, dan mengarahkan pekerja menuju titik kumpul (assembly point). Dalam simulasi tersebut, tiga pekerja dilaporkan terdampak; seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, di mana dua di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan.

Eskalasi kondisi kemudian ditingkatkan menjadi OKD Level 1. Puskodal Regional Kalimantan di Balikpapan langsung diaktifkan untuk menyalurkan dukungan personil, peralatan, bantuan medis, hingga komunikasi krisis.

Latihan ini juga melibatkan warga kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas dalam simulasi evakuasi mandiri guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap alur penyelamatan dan rambu darurat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa keselamatan jiwa dan kelestarian lingkungan merupakan prioritas tertinggi dalam manajemen krisis.

“Simulasi ini tidak hanya menguji ketepatan koordinasi penyelamatan di lapangan, tetapi juga menguji skema pasokan BBM reguler, alternatif, dan darurat. Kami memastikan distribusi energi untuk masyarakat tetap aman terlayani meski dalam kondisi darurat,” ujar Edi.

Simulasi terpadu ini melibatkan kolaborasi penuh bersama BPBD Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI-Polri, PMI, Pertamina EP, Elnusa Petrofin, AFT Juwata, hingga perangkat kelurahan setempat. Seluruh rangkaian latihan diakhiri dengan evaluasi komprehensif sebagai dasar penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan krisis. [MT]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *