Pernyataan Presiden boleh kampanye dan memihak, tuai kecaman keras

  • Whatsapp

“Menjaga soliditas di tahun terakhir itu memang sulit, tapi sekarang tambah sulit karena ada faktor paslon yang didukung Jokowi,” demikian disampaikan Peneliti Advance Research Unika Atma Jaya Jakarta, Yoes Kenawas kepada BenarNews.

“Ada poin Jokowi yang menginginkan agar bagaimanapun pasangan nomor urut 2 (Prabowo-Gibran) bisa menang, sehingga perpecahan tidak bisa dihindarkan,” kata dia.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebelumnya, sejumlah menteri dikabarkan akan mengundurkan diri dari kabinet Jokowi, seperti  Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Basuki.

Pengajar politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menambahkan rangkaian manuver Jokowi yang ikut campur dalam kontestasi politik secara tidak langsung telah membangun kubu-kubu dalam kabinet.

Adi merujuk saling bantah secara terbuka antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Sri Mulyani terkait anggaran pengadaan senjata.

“Siapa pun presiden ke depan, konflik kepentingan harus dihindari,” ujarnya.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membantah kalau banyak menteri ingin mengundurkan diri.

“Semua menteri dari berbagai background partai politik juga bekerja dan mengesampingkan perbedaan pendapat dalam politik. Dan itu sama sekali tidak ada suasana pemilu di dalam bekerja itu,” kata Ari dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Merdeka.

Presiden Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, menyambut para pendukungnya sebelum pelantikan masa jabatan keduanya, di Jakarta, 20 Oktober 2019. [AP]
Presiden Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, menyambut para pendukungnya sebelum pelantikan masa jabatan keduanya, di Jakarta, 20 Oktober 2019. [AP]

Siap koalisi

Mardani Ali Sera dari TPN Anies-Muhaimin mengaku siap berkoalisi dengan kandidat mana pun dan partai-partai koalisinya pada putaran kedua pemilihan umum.

“Pada putaran kedua berkoalisi dengan siapa, kita akan lihat. Siapa yang masuk dan siapa yang tidak,” ujar Mardani kepada BenarNews.

“Peta kan masih sangat cair. Komunikasi politik kami lakukan dengan siapa saja,” tambah politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut, saat ditanya perihal potensi berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini berseberangan dengan partainya.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan telah terjadi komunikasi informal antara kubu Ganjar dengan kubu Anies, bahkan mengklaim telah ada kesepahaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *