TUBAN | DN – Pembentukan karakter kedisiplinan berbasis asrama resmi dimulai bagi 256 siswa asal Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut sekaligus menandai pengoperasian gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban di Jalan Mondokan, Kamis (30/7/2026).
Langkah ini menjadi babak baru bagi sekolah yang sebelumnya berstatus rintisan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban dan bernama Sekolah Rakyat Terintegrasi 18. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut memfasilitasi peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas terealisasinya program strategis bidang pendidikan tersebut di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program strategis Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kabupaten Tuban. Hari ini kita mengkolaborasikan 256 murid gabungan dari Tuban dan Bojonegoro,” ujar Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban.
Bupati menambahkan, sesuai instruksi Presiden, proses adaptasi kehidupan asrama para siswa akan melibatkan penggodokan dari jajaran Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol). Pelibatan ini ditujukan untuk membentuk mental kedisiplinan dan pemahaman tata tertib asrama secara optimal.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, pada tahapan pengenalan lingkungan akan ada kolaborasi dengan Akmil dan Akpol guna membantu proses penyesuaian diri adik-adik, khususnya terkait kedisiplinan asrama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa, merincikan bahwa 256 peserta MPLS terdiri dari 196 siswa asal Tuban (16 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA) serta 60 siswa jenjang SMA titipan dari Kabupaten Bojonegoro yang akan menempuh pendidikan selama satu tahun ke depan.
“Pelaksanaan MPLS dirancang dalam empat fase adaptasi hingga 25 Agustus 2026. Tahapan dilanjutkan dengan program matrikulasi sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai pada 31 Agustus 2026,” jelas Vera.
Rangkaian kegiatan diawali fase pra-MPLS melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 1 Agustus 2026 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tuban. Selanjutnya, siswa mengikuti fase kesamaptaan dan bela negara bersama unsur TNI serta Bakti Taruna-Taruni Akpol.
Tak hanya penguatan fisik dan mental, pembekalan akademik juga menyasar pemahaman krusial masa kini, seperti literasi digital, pencegahan perundungan (bullying), pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga bahaya judi online. Seluruh rangkaian akan ditutup dengan pentas kreativitas siswa bertajuk Gerbang Cahaya Masa Depan.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Wamen Sosial Hendri Kurniawan, Sesditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Beny Sudjanto, unsur Forkopimda Tuban dan Bojonegoro, Bakorwil II Bojonegoro, serta jajaran OPD dan pimpinan perbankan. [J2]








