“Kalau ini dibiarkan, dan ternyata Israel tidak menaati maka yang terjadi berikutnya adalah Israel akan semakin melecehkan lembaga-lembaga dunia, semakin tidak mengindahkan perdamaian, semakin menghadirkan korban-korban. Bahkan Israel berani mempersona-non-gratakan sekjen PBB, dan tidak boleh masuk ke kawasan Israel,” katanya.
“Kalau tidak, maka Israel bukan hanya melakukan genosida di Gaza, namun sudah melebar kemana-mana termasuk ke Lebanon, kalau itu dibiarkan akan melebar ke mana-mana, termasuk apa yang mereka klaim sebagai Israel Raya. Kalau itu terjadi maka perdamaian dunia sudah dihilangkan oleh Israel,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyoroti dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Menurutnya hak veto yang kerap diberikan oleh Negeri Paman Sam tersebut pada setiap Sidang Umum PBB terkait Palestina menjadi sumber penghancuran bagi Palestina.
“Selama ini Amerika selalu menjadi kekuatan yang sangat penting dalam memberikan dukungan kepada genosida, penghancuran yang dilakukan oleh Israel. Setiap ada sidang di Dewan keamanan PBB, yang terkait Palestina, Amerika selalu melakukan veto, dan veto inilah yang kemudian menjadi kunci penghancuran kemanusiaan selama ini,” ungkap Sudarnoto.
Amerika, ujarnya yang selama ini kerap berbicara tentang demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan tidak ada artinya apabila dukungannya kepada Israel tetap diberikan. Bahkan Sudarnoto menegaskan bahwa Amerika selama ini bersikap hipokrit.
“Ini saya ingin mengutip apa yang disampaikan oleh Menlu bahwa hipokrisi barat terutama Amerika benar-benar ditunjukkan, dan karena hipokrit inilah kemudian negara Palestina bahkan peradaban kemanusiaan dihancurkan,” tegasnya.
“Israel adalah negara teroris terbesar, Israel adalah negara penghancur peradaban yang besar, karena itu kami semua mengingatkan kepada Amerika jangan lagi memberikan dukungan kepada Israel, jangan lagi membiarkan genosida yang dilakukan oleh Israel. Kalau ini dibiarkan, maka bangsa-bangsa di dunia akan terus bergerak. Ingat suatu saat Amerika juga akan mengalami kehancuran dari dalam, seperti juga Israel akan mengalami kehancuran dari dalam,” imbuh Sudarnoto.
Selain itu, Sudarnoto juga menyerukan kepada pemerintah untuk benar-benar melakukan kontrol terhadap impor produk Israel yang menurut pengamatannya selama ini dibiarkan. Penghentian impor dan boikot terhadap produk Israel, tegasnya harus segera dilakukan dengan serius.
Presiden Joko Widodo yang ditemui usai Peringatan HUT TNI di Jakarta, Sabtu (5/10), mengungkapkan jika semua negara melakukan pendekatan-pendekatan yang lunak seperti dialog dan komunikasi yang baik, maka peristiwa di Palestina, Gaza dan Lebanon ia yakini bisa dihindari. Maka dari itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk tetap menahan diri dan mengedepankan dialog.










