Perayaan Paskah di Gaza Diliputi Duka, Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata

  • Whatsapp
Paus Fransiskus memimpin perayaan Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 30 Maret 2024. (Foto: AP)

Kesehatan Paus Fransiskus, 87 tahun, mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Hal tersebut membuat Paus sering kali membatasi pidatonya di depan umum dan membatalkan acara, termasuk pada Jumat Agung. Ia juga tidak bisa mengikuti prosesi di Koloseum Roma untuk sementara waktu.

Meskipun demikian, Paus menghadiri acara Pekan Suci lainnya menjelang Paskah, dan menunjukkan semangat yang relatif baik pada Minggu.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pengawal Swiss Vatikan tiba di Lapangan Santo Petrus di Vatikan tempat Paus Fransiskus akan merayakan misa Minggu Paskah, Minggu, 31 Maret 2024.. (Foto: AP)
Pengawal Swiss Vatikan tiba di Lapangan Santo Petrus di Vatikan tempat Paus Fransiskus akan merayakan misa Minggu Paskah, Minggu, 31 Maret 2024.. (Foto: AP)

Setelah kebaktian, Paus Fransiskus menaiki mobil pausnya yang beratap terbuka untuk menyambut jemaat di alun-alun dan jalan yang menghubungkan Gereja Santo Petrus dengan Sungai Tiber. Vatikan mengatakan sekitar 60.000 orang hadir dalam acara tersebut.

Paus Fransiskus telah berulang kali mengekspresikan kesedihannya atas bencana kematian dan kehancuran dalam konflik di Gaza. Paus, Minggu (31/3), kembali mengulang seruannya agar dilakukan gencatan senjata.

“Saya kembali menyerukan untuk memastikan akses terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta pembebasan segera para sandera yang ditahan sejak 7 Oktober lalu, dan juga untuk segera dilakukan gencatan senjata di Jalur Gaza,” katanya dalam pesan Urbi et Orbi.

“Betapa banyak penderitaan yang kita lihat dari mata anak-anak, anak-anak lupa untuk tersenyum di wilayah konflik tersebut Melalui mata mereka, anak-anak menanyakan kepada kita: Mengapa? Mengapa semua kematian ini? Mengapa semua kehancuran ini? Perang selalu merupakan absurditas dan kekalahan,” tambah Paus.

Pada pesan Paskahnya, Paus biasanya menyoroti isu-isu global, dan ia menyebutkan titik konflik lainnya, termasuk Ukraina, Suriah, Lebanon, Armenia dan Azerbaijan, Haiti, Myanmar, Sudan, wilayah Sahel dan Tanduk Afrika, Kongo, dan Mozambik. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *