Penyintas Kebakaran Pasar Baru Tuban Keluhkan Lambannya Penanganan Pemerintah Daerah

  • Whatsapp

TUBAN | DN – Harapan pedagang Pasar Baru Tuban untuk kembali beraktivitas dengan layak perlahan memudar. Dua bulan pasca insiden kebakaran yang meluluhlantakkan kios mereka, janji pemerintah daerah terkait penyediaan tenda darurat sebagai tempat usaha sementara hingga kini belum terealisasi.

Ketidakpastian ini membuat para pedagang harus memutar otak. Anto, salah satu pedagang gerabah yang telah merintis usaha sejak 1997, mengaku kecewa. Menurutnya, pasca pendataan oleh dinas terkait sesaat setelah kejadian, tidak ada lagi langkah konkret yang dirasakan oleh para korban.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Saat setelah insiden kebakaran memang dijanjikan ada bantuan tenda darurat, tapi sampai sekarang sama sekali tidak ada realisasinya. Kami tidak meminta bantuan uang, yang kami butuhkan hanya tempat sementara agar bisa tetap mendapatkan penghasilan,” ujar Anto saat dikonfirmasi, Rabu (1/7).

Keluhan senada disampaikan Sugiarto, pedagang lain yang terdampak. Ia menilai komunikasi antara pemerintah dan pedagang tersumbat. Hingga saat ini, belum ada forum resmi yang membahas nasib pedagang yang kehilangan kios. Akibatnya, banyak korban terpaksa membuka lapak seadanya di sudut-sudut area pasar demi menyambung hidup.

“Kehadiran pemerintah saat kebakaran terjadi belum diikuti solusi nyata. Setidaknya tenda darurat saja sudah cukup bagi kami untuk memulai usaha lagi,” ungkap Sugiarto.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopumdag) Tuban, Gunadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan solusi berupa penawaran kios kosong bagi para pedagang terdampak agar bisa kembali berjualan di tempat yang lebih layak.

“Kami sudah menawarkan untuk menempati kios yang masih tersedia agar bisa kembali berjualan seperti biasa,” kata Gunadi.

Terkait belum terealisasinya keinginan pedagang akan tenda darurat, Gunadi mengaku pihaknya terbuka untuk melakukan diskusi guna mencari jalan tengah. Ia mengimbau agar para pedagang segera melakukan koordinasi langsung ke dinas agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Monggo, terkait hal tersebut pedagang bisa langsung datang ke dinas. Saya sangat terbuka untuk diskusi perihal ini agar persoalannya jelas dan klir,” tegas mantan Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah agar mereka dapat segera mendapatkan kepastian tempat usaha yang lebih manusiawi dan layak. [J2]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *