Serangga-serangga kecil tampak beterbangan di sekitar wajahnya, sementara tumpukan sampah membusuk di tengah teriknya musim panas di luar.
“Banyak yang menderita penyakit kulit di sini. Sekolahnya pertama-tama bobrok dan tidak bersih. Seperti yang Anda lihat, sekolah tidak seperti rumah, penuh sesak, dan tidak semua anak seperti anak lainnya. Setiap anak berbeda. Misalnya, putri saya Yasmine sensitif terhadap penyakit. Penyakit yang ada di wajahnya sudah ada selama hampir sepuluh hari dan belum kunjung hilang. Kami tidak memiliki obat apa pun untuk diberikan kepadanya, yang mungkin bisa menyembuhkannya,” jelasnya.
Penyakit kulit bukanlah satu-satunya penyakit yang menjalar di Gaza.
“Faktanya, penyakit kulit menular merebak di RS Kamal Adwan, khususnya di Jalur Gaza bagian utara. Kasus-kasusnya menumpuk di rumah sakit ini, yang menyediakan layanan di Kota Gaza dan Jalur Gaza utara. Semua ini disebabkan oleh penghancuran infrastruktur akibat pendudukan, tumpukan sampah, dan dihambatnya bantuan kemanusiaan dan pasokan medis penting, termasuk disinfektan, yang sekarang hampir tidak ada di pasar,” kata Dokter Wissam al-Sakani, juru bicara Rumah Sakit Kamal Adwan.
“Kepadatan warga di tempat penampungan juga berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran penyakit kulit. Kemarin kita membahas tentang hepatitis, dan hari ini kita membahas tentang penyakit kulit menular. Setiap hari ada penyakit baru yang menyebar pada anak-anak, seperti vitiligo, tinea, psoriasis, dan kudis,” lanjutnya.








