Rapat Paripurna Tingkat II tersebut juga membahas sejumlah agenda krusial, di antaranya:
- Penyampaian laporan Badan Anggaran DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024.
- Pembacaan dan penandatanganan keputusan DPRD.
- Laporan Panitia Khusus atas pembahasan Raperda prakarsa Pemprov Lampung, termasuk RPJMD 2025–2029.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi DPRD yang dinilai kritis dan konstruktif. Ia menilai semangat kebersamaan yang tercermin dalam proses pembahasan RPJMD merupakan cermin dari komitmen seluruh pemangku kebijakan terhadap pembangunan Lampung yang inklusif dan inovatif.
Lebih lanjut, Gubernur menyoroti perlunya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, termasuk pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. Ia juga menekankan penguatan sektor ekonomi berbasis pertanian dan industri pengolahan sebagai motor utama pertumbuhan wilayah.
“Masih terdapat kesenjangan pembangunan antarwilayah yang harus kita atasi bersama. Fokus kami ke depan adalah pemerataan kesejahteraan, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan prima, serta infrastruktur pendukung yang terintegrasi,” tambahnya.








