TARAKAN | DN – Pemerintah Kota Tarakan mengambil langkah strategis dalam memberantas aksi balap liar yang kerap meresahkan warga. Melalui ajang bergengsi Tarakan Open Grasstrack 2026 di Sirkuit Permanen Pantai Amal, Sabtu (19/9), Pemkot Tarakan menegaskan komitmennya untuk menyediakan ruang kompetisi yang aman, terarah, dan profesional bagi generasi muda.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., yang didampingi Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, membuka langsung kejuaraan tersebut. Di hadapan ratusan penonton dan pecinta otomotif, Khairul memaparkan strategi jangka panjang pemerintah untuk menekan angka kecelakaan akibat balap liar di jalan raya.
“Keberadaan sirkuit permanen di Pantai Amal ini kita harapkan bisa menjadi wadah yang benar-benar positif. Sebagai komitmen merangkul bakat anak muda sekaligus menekan angka balap liar, tahun ini kita juga berencana membangun lintasan road race,” tegas dr. Khairul di sela-sela acara.
Tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, Pemkot Tarakan juga membidik skala kejuaraan yang lebih besar. Khairul menargetkan Tarakan Open Grasstrack bertransformasi menjadi agenda rutin regional se-Kalimantan. Ruang kompetisi ini dirancang inklusif, merangkul talenta usia dini di bawah 15 tahun hingga kelas pembalap senior.
“Ajang ini bukan cuma soal adu kecepatan dan unjuk kebolehan, tapi wadah membina generasi muda agar minat dan bakat otomotifnya tersalurkan secara positif, terarah, dan bertanggung jawab. Untuk seluruh pembalap, junjung tinggi sportivitas, disiplin, dan utamakan keselamatan,” pesannya.
Di sisi lain, semarak kejuaraan otomotif ini turut memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pergerakan penonton dan peserta menghadirkan angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan produk di sekitar kawasan sirkuit.
Melalui sinergi antara pembinaan bakat olahraga, penanggulangan kenakalan remaja di jalan raya, dan penggerak ekonomi kerakyatan, Pemkot Tarakan berharap seluruh rangkaian Tarakan Open Grasstrack 2026 dapat berjalan lancar. Ajang ini sekaligus di proyeksikan sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan kroser-kroser handal yang mampu mengharumkan nama Tarakan dan Kalimantan Utara di kancah nasional. [Thos]








