SIDOARJO | DN — Sebanyak 5.286 pahlawan kemanusiaan di Kabupaten Sidoarjo resmi menerima tanda penghargaan donor darah sukarela dari pemerintah setempat. Apresiasi ini diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai bentuk penghormatan atas konsistensi warga dalam menjaga ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., di Pendopo Delta Wibawa. Ribuan penerima ini merupakan pendonor aktif yang telah mendarmabaktikan darahnya dengan frekuensi beragam, mulai dari 10 kali hingga mencapai 125 kali donor. Rinciannya mencakup 3.650 orang dengan 10 kali donor, 1.396 orang dengan 25 kali donor, 139 orang dengan 50 kali donor, 50 orang dengan 75 kali donor, 18 orang dengan 100 kali donor, serta 15 pendonor setia yang telah menyentuh angka 125 kali.
Di antara ribuan figur inspiratif tersebut, nama Joko Murdopo (64) menjadi salah satu sorotan utama. Di usianya yang telah memasuki kepala enam, pria paruh baya ini tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 128 kali. Berkat konsistensinya, Joko tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa sesama, tetapi juga merasakan langsung manfaat kesehatan bagi tubuhnya sendiri.
“Alhamdulillah saya rutin tiap empat bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Sejak rutin donor darah, justru badan terasa lebih bugar, dan kalau pas jadwalnya libur malah terasa ada yang kurang,” ungkap Joko usai menerima penghargaan berupa satu unit sepeda olahraga bagi para pencapaian tertinggi.
Di sisi lain, momentum peringatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi tantangan layanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo. Ketua Pengurus PMI Sidoarjo, Andjar Surjadianto, memaparkan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2,21 juta jiwa, kebutuhan darah di wilayah ini tergolong tinggi. Merujuk pada standar ideal dua persen dari jumlah penduduk, kebutuhan riil di lapangan bahkan melampaui angka perkiraan, yakni mencapai kisaran 58.000 kantong pada 2024 dan sekitar 57.750 kantong pada 2025.
“Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor krusial agar kebutuhan medis ini dapat terus terpenuhi secara berkesinambungan,” ujar Andjar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Subandi memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan dan pendonor. Menurutnya, keberadaan PMI memegang peranan vital dalam situasi darurat, mulai dari penanganan korban kecelakaan hingga mitigasi bencana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak pernah lelah menyebarkan kebaikan melalui donor darah.
“Penghargaan ini jangan dipandang dari materi atau bentuk cenderamatanya. Yang terpenting adalah panggilan nurani kita untuk terus membantu sesama. Kalau relawannya sehat, PMI akan semakin kuat, dan pelayanan kesehatan di Sidoarjo otomatis akan kian meningkat,” pungkas Subandi. [SWD]








