Wakil Bupati Joko Sarwono menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan keterlibatan lintas sektor dalam menangani masalah stunting. Ia menyebutkan bahwa tren penurunan angka stunting di Kabupaten Tuban terus menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2025, jumlah desa Bebas Stunting meningkat dari 177 desa/kelurahan pada tahun 2024 menjadi 197 desa, atau sekitar 60 persen dari total 328 desa/kelurahan. Selain itu, jumlah desa dengan prevalensi stunting di bawah 14 persen mencapai 258 desa, yang berkontribusi terhadap pencapaian 17 dari 20 kecamatan dengan prevalensi stunting di bawah 14 persen.
Sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting, Pemkab Tuban juga memaksimalkan peran pemerintah desa dalam program ini. Sejak tahun 2022 hingga 2024, alokasi anggaran dari APBDes untuk intervensi PPPS mengalami peningkatan signifikan, yang mencakup penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil, pembangunan fasilitas sanitasi, pelaksanaan program Sekolah Orang Tua Hebat, serta dukungan operasional bagi kader stunting di desa.








