TAKALAR | DN- Keberadaan gerai ritel modern Indomaret yang mulai beroperasi di kawasan perkampungan memicu kekhawatiran di kalangan warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meskipun telah mengantongi Perizinan Bangunan Gedung (PBG), dampak negatif terhadap pedagang kecil di sekitar lokasi semakin terlihat.
Sejumlah pemilik warung tradisional mengeluhkan penurunan pendapatan sejak toko waralaba tersebut beroperasi. Produk kebutuhan sehari-hari yang selama ini mereka jual kini bisa didapatkan di Indomaret dengan harga bersaing dan promo menarik, membuat usaha kecil sulit bertahan.
“Semenjak Indomaret dibuka, omset saya turun drastis. Biasanya bisa dapat Rp500 ribu sehari, sekarang paling banyak Rp200 ribu. Kami tidak bisa bersaing dengan mereka,” ungkap salah seorang pedagang kelontong yang enggan disebutkan namanya, Senin (9/6/2025).








