Berikut nama-nama pemenang KISI 2025. Kategori inovasi daerah juara pertama diraih oleh RSUD RT. Notopuro Sidoarjo dengan inovasinya yang bernama SI CERIA (Sistem Informasi Cek Risiko Kesehatan Bayi dan Anak), juara kedua diraih oleh Puskesmas Jabon dengan inovasinya yang bernama New GEISA (GErakan Iva masuk deSA), juara ketiga diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo dengan inovasinya yang bernama PASANGAN SERASI (Pencatatan Pernikahan Sah dan Semesta Merestui).
Untuk juara harapan pertama diraih Puskesmas Sidoarjo dengan inovasinya yang bernama PAK LAN AKAS (Pastikan Lansia Akses Kesehatan) dan juara harapan kedua diraih Kecamatan Gedangan dengan inovasinya yang bernama POS KAMLING Pelayanan On The Spot Kecamatan Keliling) Goes To RT. Pada kategori inovasi daerah ini Pemkab Sidoarjo juga memberikan penghargaan kepada lima OPD yang masuk 10 besar KISI 2025. Diantaranya diberikan kepada Puskesmas Barengkrajan, Kecamatan Tulangan, Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo, BKD Sidoarjo.
Untuk inovasi teknologi informasi, juara pertama diraih oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan inovasinya yang bernama SAINS SKATE SUPPORT, juara kedua diraih oleh BPS Sidoarjo dengan inovasinya yang bernama PETIS DARJO (Peta Tematik Sidoarjo), juara ketiga diraih oleh SMPN 1 Tarik dengan inovasi Aplikasi KAWASAN CENDIKIA SI UDIN (Karya Wajib Satu Minggu Dari Analisis Buku, Cerdas dan Kreatif Sejak Usia Dini). Untuk juara harapan pertama diraih oleh M. Rofiq dari kalangan masyarakat dengan inovasi BUKU MENUKU dan juara harapan dua diraih SMPN 2 Tarik lewat inovasinya yang bernama KOGEMA (Komunitas Guru Merdeka Mengajar). Di nominasi ini Pemkab juga memberikan penghargaan kepada 5 inovator yang masuk 10 besar inovasi teknologi informasi.
Sedangkan untuk kategori inovasi ekonomi, sosial, budaya, juara pertama diraih oleh drg Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan inovasinya bernama Dragon Mouthwash. Inovasi tersebut meupakan inovasi pemanfaatan buah naga sebagai inovasi ketahanan pangan untuk kesehatan mulut dan Pengurangan penggunaan antibiotik. Untuk juara kedua diraih oleh Mufidatul Ummah, S.Pd dari SDN Plumbon 2 dengan inovasi KOPER MATCHA (Kotak Permainan Matematika Pecahan) dan untuk juara ketiga diraih oleh Achmad Irfandi dengan inovasi Kampung Lali Gadget.
Untuk juara harapan pertama diraih oleh Alfi Nurlaili Rahmawati, M.Pd Gr guru SD Islam Al Kautsar dengan inovasinya bernama STACKO (Simulating Technology And Coding With Circuit Kits). Untuk juara harapan kedua diraih oleh Salma Nabila dari unsur masyarakat dengan inovasinya yang bernama ECOSTE (Eco Friendly Tofu Waste) Sintesis Carbonnanodots (CDS) berbasis limbah cair tahu sebagai degradasi limbah tahu secara sirkular. [Swd]








