Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan pentingnya produk turunan dari garam yang bisa menghasilkan nilai tambah di sektor industri.
“Inovasi ini dapat membantu meningkatkan perekonomian lokal dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Sampang,” tambahnya.
Selain garam, potensi rumput laut juga menjadi fokus dalam ekskursi ini. Berdasarkan riset, ditemukan jenis rumput laut Glacilaria yang cocok dibudidayakan di tambak bandeng.
“Kami memiliki sekitar 500 hektare lahan tambak yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut ini. Produk turunannya bisa diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti medis, pakan ternak, es krim, nugget, sosis, hingga penyedap rasa,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Pj Bupati juga menyoroti potensi hilirisasi tembakau yang perlu dioptimalkan sehingga Kabupaten Sampang saat ini tengah mengembangkan project tembakau semi organik, yang diharapkan bisa meningkatkan nilai jual produk tembakau petani melalui riset lebih lanjut.
“Ada banyak produk turunan dari tanaman tembakau yang bisa diteliti untuk meningkatkan daya saing tembakau lokal,” tutupnya. [Red]








