Pemilu di Los Angeles: Ganjar-Mahfud Menang Hingga Masalah Pemutakhiran Data Pemilih yang Terus Terjadi

  • Whatsapp

“Terkait dengan data pemilih yang sudah meninggal dan sudah menjadi WNA itu di luar kemampuan kami untuk mencari, karena memang kami ini kan menerima data dari KPU dan data itu dari Kemenlu. Jadi, waktu masa pencoklitan (pencocokan dan penelitian data, red.) bulan Februari sampai Maret (2023) itu memang sudah dilakukan (pemutakhiran), tapi kan banyak sekali pemilih yang tidak dapat dihubungi,” urainya panjang.

Sementara itu, saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Los Angeles, Servius Ponamon, ingin semua peraturan pemilu diberikan secara tertulis. Pasalnya, masih terjadi peristiwa ketika ia sebagai saksi tidak menerima penjelasan pasti mengenai sejumlah prosedur dan aturan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rosdiana mengamini masukan tersebut. Ia menuturkan, “(Masalah) data sih yang paling penting dan juga komunikasi dengan KPU terkait dengan manual, prosedur.”

Tantangan Sosialisasi Pemilu

Selain pemutakhiran data DPT, sosialisasi pemilu kepada para pemilih di Los Angeles menjadi tantangan tersendiri. Rosdiana mengatakan, metode sosialisasi PPLN yang mengandalkan media sosial tidak sesuai dengan demografi pemilih di sana.

“Harapannya KPU kan kita berkomunikasi menggunakan media sosial, sedangkan (pemilih) di AS ini kan kebanyakan mereka adalah penduduk berusia lanjut yang tidak menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook,” tuturnya.

Selain itu, banyak pemilih yang tinggal jauh dari lokasi pemungutan suara.
Hal ini dialami Julia, salah seorang pemilih yang pada hari pencoblosan tanggal 10 Februari di TPSLN Los Angeles sempat ditolak karena belum mengurus surat pindah memilih. Ia mengaku tidak menerima banyak informasi mengenai pemilu, termasuk ketentuan pindah memilih, karena dirinya tidak mahir bermedia sosial. Apalagi ia dan suaminya tinggal sekitar dua jam dari Los Angeles.

“Mereka berharap saya ikuti Instagram, (tapi) saya old school,” kata Julia yang bekerja sebagai perawat selama lima tahun terakhir di AS. “Jadi tidak social media person, jadi nggak tahu update seperti itu.”

Ketika terjadi kejadian khusus, seperti surat suara pilpres dan pileg yang dimasukkan ke dalam amplop pos yang sama, petugas KPPSLN Pos harus menyampaikannya kepada saksi.
Ketika terjadi kejadian khusus, seperti surat suara pilpres dan pileg yang dimasukkan ke dalam amplop pos yang sama, petugas KPPSLN Pos harus menyampaikannya kepada saksi.

Rosdiana, yang baru pertama kali terlibat dalam Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) pada pemilu kali ini, mengatakan bahwa cara paling tepat untuk mensosialisasikan pemilu di wilayah kerjanya adalah melalui pertemuan tatap muka.

“Datang langsung sebenarnya,” imbuhnya. “Cuma kan memang harapan dari KPU kita lebih memaksimalkan fasilitas online untuk menghubungi WNI yang ada di luar negeri. Itulah kendala kami.”

Dari total DPT di Los Angeles sebanyak 15.717 pemilih, pada pemutakhiran data tahun lalu, sebanyak 14.517 pemilih (92,3 persen) memilih menggunakan metode pos, sedangkan sisanya, 1.200 pemilih (7,6 persen), memilih untuk datang langsung ke TPSLN untuk mencoblos. [Red]#VOA