“Kami berharap para pelaku usaha bisa berkomitmen untuk menghentikan penggunaan bahan bakar beracun. Jika ada yang masih melanggar, maka langkah hukum akan segera dilakukan,” ujar Rizal Irawan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim bersama Pemkab Sidoarjo tengah berkoordinasi dengan PT Pertamina Gas untuk pembangunan jaringan pipa gas yang langsung mengarah ke pabrik-pabrik tahu. Ini menjadi solusi jangka panjang agar produksi tahu bisa tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.
“Kami ingin para pelaku usaha punya alternatif energi bersih yang lebih aman. Dengan adanya akses pipa gas, mereka tak perlu lagi bergantung pada bahan bakar yang mencemari,” jelas Emil.








