Situasi di Lebanon yang terus bergolak pasca pembunuhan dua petinggi Hamas di Teheran dan Beirut mendorong seluruh kantor perwakilan pemerintah asing di negara itu untuk menyelamatkan warga negara masing-masing. Pemerintah Indonesia juga telah mulai langkah-langkah untuk memulangkan WNI di Lebanon.
JAKARTA | DN – Serangan drone yang menewaskan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di ibu kota Teheran pada 31 Juli lalu, dan serangan serupa sehari sebelumnya di Beirut yang menewaskan komandan Hezbullah, Fouad Shukur, telah memicu ketegangan baru di Timur Tengah.Hamas, Hezbollah dan Iran menuding Israel berada di balik serangan-serangan itu. Israel sejauh ini baru menyebut serangan terhadap Fouad Shukur dan belum memberikan indikasi keterlibatan mereka dalam serangan terhadap Ismail Haniyeh. Namun, hal itu tidak menyurutkan Hamas, Hezbollah, Iran dan bahkan kelompok militant Houthi di Yaman untuk menyampaikan ancaman serangan balasan.
Suasana di kawasan itu pun memburuk di tengah perang Israel-Hamas yang sudah memasuki bulan kesepuluh dan tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir.








