Belum lagi jika siswa tidak mengkonsumsi makan siang gratis yang dibagikan dengan beragam alasan. Hasil kajian Programme for International Student Assessment (PISA) pada Desember 2023 menunjukkan Indonesia tidak termasuk negara yang anak-anaknya mengalami kekurangan makan, terutama anak Indonesia yang sedang bersekolah di semua jenjang pendidikan saat ini.
“FSGI mendorong Pemerintahan yang baru untuk membuka akses yang lebih luas untuk anak Indonesia bersekolah dijenjang yang lebih tinggi, mengingat Angkatan kerja Indonesia saat ini didominasi lebih dari 50% lulusan SD dan SMP. Minimnya SMP, SMA dan SMKN dihampir seluruh wilayah Indonesia mengakibatkan munculnya berbagai masalah ketika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” ujarnya.
JPPI Minta Pemerintah Tidak Gegabah
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubadi Matraji menghimbau pemerintah untuk tidak gegabah dalam mengimplementasi program ini. Pemerintah diminta untuk tidak hanya mengejar populisme karena terikat janji-janji kampanye, tetapi harus memikirkan dampaknya dan juga mana yang seharusnya menjadi skala prioritas yang mendesak diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Maka anggaran pendidikan yang lain kehabisan dana tidak ada alokasi bagaimana alokasi untu, gaji guru , bagaimana alokasi untuk meningkatkan akses, bagaimana alokasi untuk meningkatkan kualitas, itu tidak ada jatahnya, Oleh karena itu jangan menggunakan anggaran pendidikan untuk makan siang gratis,” tegasnya.
DPR Tolak Wacana Makan Siang Gratis dengan Dana BOSP







