Pejabat Iran: Gencatan Senjata di Gaza Satu-satunya Cara Tunda Respons Iran terhadap Israel

  • Whatsapp
Orang-orang berjalan melewati spanduk bergambar mendiang pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di sebuah jalan di Teheran, Iran, 12 Agustus 2024. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

“Kami berharap respons kami akan dilakukan tepat waktu dan dengan cara yang tidak mengancam kemungkinan gencatan senjata,” kata misi Iran untuk PBB dalam sebuah pernyataan pada Jumat. Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa menyatakan bahwa seruan untuk menahan diri “bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.”

Kementerian Luar Negeri Iran dan Korps Garda Revolusi tidak segera menanggapi pertanyaan untuk berita ini. Kantor Perdana Menteri Israel dan Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi pertanyaan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Sesuatu dapat terjadi minggu ini oleh Iran dan proksinya… Itu adalah evaluasi AS dan juga Israel,” kata juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan pada Senin.

“Jika ada kejadian pada minggu ini, hal tersebut bisa mempengaruhi pembicaraan yang kami rencanakan digelar pada Kamis,” tambahnya. Pada akhir pekan lalu, Hamas meragukan apakah pembicaraan akan dilanjutkan. Israel dan Hamas telah melakukan beberapa putaran pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tanpa berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Banyak pengamat Israel yang percaya bahwa Iran akan memberikan responsnya segera setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran akan “memberi hukuman berat” kepada Israel atas serangan di Teheran.

Papan iklan bergambar mendiang pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dipajang di sebuah gedung di jalan di Teheran, Iran, 12 Agustus 2024. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Papan iklan bergambar mendiang pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dipajang di sebuah gedung di jalan di Teheran, Iran, 12 Agustus 2024. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *