PBB Serukan Penyelidikan Independen Terhadap Kuburan Massal di Gaza

  • Whatsapp
Orang-orang memeriksa kerusakan di sebuah ruangan menyusul pengeboman di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza pada 17 Desember 2023. (Foto: AFP

| DN – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (10/5) menyerukan penyelidikan independen segera terhadap kuburan massal yang diduga berisi ratusan jenazah di dekat rumah sakit di Gaza.

Anggota dewan menyatakan dalam sebuah pernyataan “keprihatinan mendalam mereka atas laporan penemuan kuburan massal, di dalam dan sekitar fasilitas medis Nasser dan Shifa di Gaza, di mana beberapa ratus jenazah, termasuk wanita, anak-anak dan orang lanjut usia, dikuburkan.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mereka menekankan perlunya “akuntabilitas” atas setiap pelanggaran hukum internasional dan mendesak agar para penyelidik diberikan “akses tanpa hambatan ke semua lokasi kuburan massal di Gaza untuk melakukan penyelidikan segera, independen, menyeluruh, komprehensif, transparan, dan tidak memihak.”

Israel telah berulang kali menyerang rumah sakit di Gaza sejak awal operasi militernya di daerah kantong tersebut, yang dipicu oleh serangan pada 7 Oktober oleh militan Hamas terhadap komunitas pemukiman Israel dan sebuah festival musik.

Pemandangan sekitar rumah sakit Shifa di Gaza yang sudah luluh lantak setelah militer Israel mundur dari kompleks perumahan rumah sakit pada 1 April 2024 di tengah pertempuran antara Hamas dan Israel. (Foto: AFP)
Pemandangan sekitar rumah sakit Shifa di Gaza yang sudah luluh lantak setelah militer Israel mundur dari kompleks perumahan rumah sakit pada 1 April 2024 di tengah pertempuran antara Hamas dan Israel. (Foto: AFP)

Israel menuduh Hamas menggunakan fasilitas medis itu sebagai pusat komando dan dalam beberapa kasus sebagai tempat mereka menyandera korban yang diculik selama serangan Hamas pada 7 Oktober.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan pada April bahwa Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza menjadi “rumah kosong”, dan banyak jenazah ditemukan di daerah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *