
PBB akan Gelar Pemungutan Suara soal Resolusi Perang Rusia-Ukraina

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Jumat (21/2) mengatakan bahwa resolusi tersebut akan “menegaskan betapa mengerikannya konflik ini, bahwa PBB bisa berperan dalam mengakhirinya, dan bahwa perdamaian tetap mungkin terwujud.”
“Ini adalah kesempatan kita untuk membangun momentum nyata menuju perdamaian,” kata Rubio dalam sebuah pernyataan.
Resolusi usulan Ukraina yang isinya lebih komprehensif menegaskan bahwa invasi Rusia “sudah berlangsung selama tiga tahun dan terus membawa dampak yang menghancurkan serta berkepanjangan, tidak hanya bagi Ukraina, tetapi juga bagi kawasan lain dan stabilitas global.”
Resolusi itu mendesak “de-eskalasi, penghentian permusuhan secepatnya, serta penyelesaian damai atas perang di Ukraina,” sekaligus menekankan pentingnya mengakhiri konflik pada tahun ini.
Draf resolusi Ukraina menegaskan bahwa resolusi sebelumnya yang telah diadopsi Sidang Umum PBB harus dilaksanakan sepenuhnya, termasuk seruan agar Rusia menarik pasukannya secara total dari wilayah Ukraina yang diakui secara internasional.
Resolusi Sidang Umum memang tidak mengikat secara hukum, tetapi tetap memiliki nilai moral di mata komunitas internasional.








