Lebih dari 400 pohon pisang telah ia tanam. Baginya, tanaman ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga warisan jangka panjang untuk anak cucu. “Pisang bisa diwariskan. Itu yang membuat saya yakin untuk terus menanam,” tambahnya.
Namun kehidupan Syahrir tidak berhenti di kebun. Lelaki pekerja keras ini juga menggembala sapi dan masih menjalani profesi turun-temurun sebagai pandai besi di kampungnya. Di bengkel sederhana, suara dentuman besi berpadu dengan aroma tanah kebun, melengkapi keseharian seorang petani yang tak pernah lelah mencari nafkah.








