| DN – Seorang pakar penegak hukum mengatakan bahwa pelaku penembakan dalam percobaan pembunuhan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (13/7) tampak memiliki “kemampuan, pengetahuan dan pelatihan yang terbatas,” tapi hampir menewaskan sang mantan presiden.
Mantan kepala kepolisian Boca Raton, Andrew J. Scott, III, mengatakan kepada Associated Press, Minggu (14/7), bahwa insiden itu meresahkan dan mempertanyakan bagaimana pelaku bisa berada pada jarak yang cukup dekat tanpa sepengetahuan kepolisian setempat maupun Dinas Rahasia AS (Secret Service).
“Saya pikir aparat penegak hukum setempat, sesuai arahan Dinas Rahasia, akan ditempatkan di atap-atap bangunan itu. Anda tempatkan satu, atau mungkin dua sampai tiga petugas di sepanjang atap itu atau garis atapnya. Tapi itu ternyata tidak dilakukan,” kata Scott.








