Pakai AI dan Layar Raksasa, Inilah Cerita di Balik Penggarapan Drama Korea Selatan “Queen of Tears”

  • Whatsapp
An Hee-soo, Produser Produksi Virtual CJ ENM, mendemonstrasikan Panggung Produksi Virtual "Queen of Tears" di Paju, Korea Selatan. (REUTERS)

“Queen of Tears” difilmkan di Virtual Production Stage atau panggung produksi virtual CJ ENM, yang dilengkapi dengan banyak tampilan gambar, termasuk layar lengkung LED berskala besar. Tim produksi film biasanya sering menggunakan metode chroma key, yang menggunakan layar hijau.

Namun, Produser Produksi Virtual, An Hee-soo, mengatakan bahwa proses tersebut menyulitkan para aktor untuk membayangkan lokasi syuting, yang memberikan keterbatasan pada tahap pasca produksi, untuk menyempurnakan sebuah karya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tetapi, produksi virtual mengubah hal itu. An Hee-soo mengambil contoh sebuah adegan dimana tokoh Hong Hae-in dan Baek Hyun-woo yang diperankan oleh aktor Kim Soo-hyun tengah berada di dalam mobil.

An Hee-soo mendemonstrasikan syuting adegan mengemudi di Panggung Produksi Virtual di Paju, Korea Selatan. (REUTERS)
An Hee-soo mendemonstrasikan syuting adegan mengemudi di Panggung Produksi Virtual di Paju, Korea Selatan. (REUTERS)

Alih-alih duduk di dalam mobil dengan latar belakang layar hijau, – layar LED lengkung memperlihatkan situasi jalanan yang membuat Anda seperti sedang berada di dalam mobil yang berjalan.

“Pantulan bangunan di kota harus terlihat pada eksterior kaca mobil dan pengemudi. Sulit untuk menciptakan gambar komposit setelah syuting (di depan layar hijau), tetapi kami bisa membidik adegan tersebut secara sekaligus, di studio LED ini,” jelas An Hee-soo kepada REUTERS.

An Hee-soo mengatakan bahwa teknologi ini juga membebaskan produser dan aktor dari batasan-batasan jika langsung berada di lokasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *