“Tank-tank Israel mengelilingi rumah sakit, memutus aliran listrik, dan menembaki rumah sakit dengan artileri, khususnya menargetkan lantai dua dan tiga,” ujar Direktur Medis RS Indonesia, Marwan Sultan.
“Ada risiko serius bagi staf medis dan pasien,” imbuhnya.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa Israel juga menyerang lantai atas rumah sakit itu. Mereka mengatakan terdapat “lebih dari 40 pasien dan orang yang terluka, termasuk staf medis” yang berada di dalamnya.
“Tembakan beruntun” ke arah rumah sakit dan area sekitarnya menyebabkan ‘kepanikan yang luar biasa “di kalangan pasien dan staf,” tambahnya.








