Mereka ini akan ditunggu hingga selesai melaksanakan ibadah. Setelah itu akan diantar lagi ke hotelnya masing-masing. Setelah itu tidak ada lagi pengantaran atau penjemputan. “Kami siapkan sepuluh bus shalawat khusus jamaah yang baru datang. Bus ini akan mengangkut mereka melaksanakan umrah wajib. Jamaah kloter-kloter terakhir tiba di Makkah yaitu dari Embarkasi Surabaya 105 dan 106,” kata Syarif.
Menurut Syarif, bus shalawat akan kembali beroperasi normal setelah Nafar Tsani. Bagi jamaah yang harus pulang pada 22 Juni akan disiapkan bus ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Ifadah sekaligus Thawaf Wada. “Hari Senin jam 12 siang masa operasional diberhentikan karena bus tersebut ditarik oleh naqobah yang mengurus transportasi karena akan digunakan angkutan di Armuzna nanti,” kata Syarif, Selasa (11/6/2024).








